Langkah Awal India Tirta Yatra

                                                                                  OM SWASTYASTU

Umat Sedharma di Seluruh Tanah Air di manapun berada :

Mari Melalui Tirta Yatra mari kita tingkatkan Pencapaian ADNYANA sebagai sarana

hubungan kita kehadapan  IDA SANG HYANG WIDHI WASA .

Wujud hubungan kita antar sesama

Kebersamaan dalam Metirta Yatra  Mari kita mohon pada Ibu Pertiwi  agar tetap memelihara  Alam ini

Tempat kita berpijak untuk Sementara

Tirta Yatra jadikan salah satu Wujud  TRI HITA KARANA

NISCAYABALI akan  Ajeg dan Lestari

  AJEG

BAGAIMANA KITA MENGHORMATI WARISAN LELUHUR

MEMPERTAHANKAN DAN MELESTARIKAN SEBAGAI DASAR ATAS APA

YANG TELAH MEMBERIKAN KITA HIDUP DAN KEHIDUPAN

Tirta  Yatra (Dharma Yatra) adalah bertujuan untuk meningkatkan kesucian pribadi dan memperkuat keimanan kehadapan

Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa dengan memperluas cakrawala memandang keagungan-Nya

Selain hal di atas –  Tirta / Dharma Yatra

disebutkan juga bertujuan untuk :

Menghayati nilai-nilai sejarah dari objek suci yang dikunjungi.

Mengimbangi dosa dengan perbuatan-perbuatan dharma. Istilah mengimbangi dosa digunakan karena menurut

kepercayaan Hindu, dosa seseorang akan melekat pada atman sebagai karmawasana sesuai dengan ketentuan

hukum karmaphala. Perbuatan-perbuatan dharma yang terus menerus mengimbangi pahala perbuatan adharma

(dosa) sehingga pada penjelmaan (reinkarnasi) berikutnya atman dapat menjadi manusia yang suputra atau

lebih sempurna.

Demikian penjelasan tujuan dan manfaat dari pelaksanaan Tirtha yatra

Dalam penjelasan tersebut juga dijelaskan untuk memaksimalkan manfaat dari pelaksanaan dari Tirtha / Dharma Yatra

ini dapat dilakukan yaitu sebagai berikut :

  1. Mapiuning di Sanggah pamerajan serta mohon doa restu kepada Ida Bethara agar perjalanan selamat tiada

halangan apapun.

  1. Ngiringang Ida Bhatara Raja Dewata (Dewa Hyang – Roh leluhur) ma-Dharma Yatra.
  2. Membawa bhakti (aturan / banten ayaban) menurut kemampuan.
  3. Selama dalam perjalanan :

Berpikir, berkata dan berbuat dalam lingkup dharma/agama.

Berpuasa disiang hari.

Teguh pada brata.

Mengendalikan diri untuk tidak marah.

Menumbuhkan kasih sayang kepada semua mahluk.

  1. Sesampai ditempat tujuan :

Mandi dengan air suci.

Bersembahyang dengan mantap menggelar tapa, brata, yoga, samadi.

Bagi para Wiku melakukan puja Surya Sewana.

Bagi para Jero Mangku atau sulinggih melakukan puja menurut kemampuannya.

Melaksanakan sad dharma (lihat diatas).

Bersedekah kepada kaum miskin.

Mohon tirta / air suci untuk digunakan ditempat dan dibawa ke rumah.

  1. Setiba kembali di rumah :

Mapiuning di Sanggah pamerajan bahwa telah

selamat dalam perjalanan dan berterima kasih.

Menyiratkan tirta yang dimohon di tempat ma-dharma yatra ke semua palinggihpalinggih/

arca/pratima yang ada di Sanggah pamerajan, setelah itu disiratkan juga kepada anggauta

keluarga lain yang tidak sempat turut.

Disebutkan pula, pelaksanaan tirtha yatra ini merupakan bagian dari sad dharma sebagai kewajiban umat Hindu yang

                                                                           Om Santhi- Santhi – Santhi Om