Dewi Gangga sebagai Penglukatan ataupun Peleburan Dosa dosa

 

Om Swastyastu

Umat  Hindu Sedharma yang Berbahagia

Rujukan di bawah tentang hakekat Air Suci Gangga  hanyalah sejauh mana Umat meyakini filosofi dan  nilai kebenarannya  dan bilamana ada persepsi  di luar konteks di bawah  prihal Sungai Gangga sebagai sarana penyucian bisa mengirimkan artikel nya di email : info@niscayabali.net .

GANGGA 

Menurut Kitab BRAHMA PURANA  yang dituliskan oleh Rsi  Lomarshana  Kecantikan Dewi Uma  , Putri Himalaya  menimbulkan perasaan perasaan  berdosa di hati Dewa Brahma  ketika beliau menghadiri  upacara perkawina Dewa Siwa  , Jadi untuk menyucikannya  Dewa Wisnu menaruh kakinya  dalam   Mangkuk Sucinya   dan  membasuhnya  . IA memberikan  Mangkuk itu dengan  airnya  kepada Brahma dan mengatakan  , Dewa Brahma  ! Mangkuk ini Simul bumi dan air yang ada dalamnya ini  akan berubah menjadi Sungai Suci . Air ini akan membasuh semua  dosa – dosa  manusia yang mandi dengan air ini .

Kemudian Dewa Brahma meminum sedikit  dan menyirati  air suci  itu ke seluruh tubuhnya . Air itulah yang menyucikannya  .

KEANGGUNAN  / KECANTIKAN GANGGA

Kembali  ke dalam kewenanganny a di Surga  Brahma member wujud  sebagai seorang  Wanita kepada keturunan  manusia dengan air  succinya dan berkata  “ Putriku “  engkau akan hidup  di ketiga dunia  dengan kekuatan kehendakmu  . Engkau akan  membantu  menghapus dosa dosa  pada semua bentuk Ciptaan kehidupan .  Engkau aka nada di dalam Mangkuk Wisnu .

Dewi Gangga pun menjawab  “ Ayah! Aku akan selalu  menjalankan kewajiban  yang telah engkau perintahkan kepadaku  , Namu aku tidak akan Meninggalkan – Mu , Keinginanku  untuk selalu tetap bersama Mu “

Dewa Brahma menjelaskan  “ Anakku  , engkau dilahirkan  untuk kebaikan  orang laian  yang  menuntut engkau  harus meninggalkan  tempat ini . Namun  engkau tetap memiliki hubungan dengan kekuasaanmu  di Surga .

KUTUKAN  BRAHMA

MAHABISHA dari Dinasti Ikshwaku  adala seorang Raja yang sangat luhur  , Ia adalah Raja  yang memiliki  kebajikan & kebenaran . Ia telah  melaksanakan  perbuatan  yang mulia  dan Yajnya suci untuk memperoleh  tempat di antara  para Dewa dewa  dan bidadari  . Pada suatu  hari ,  ia menghadap  Dewa Brahma  diantara Dewa dewa  lainnya ketika  Gangga juga ada di sana  . Angin bertiup kencang yang menyingkap  gaun putrinya  dan susu Dewi Gangga terlihat  ,   Semua para Dewa  menundukkan kepalany a  , Namu Mahbisha memandanya dengan penuh kenafsuan .  Brahma akhirnya  merasa tersinggung  kemudian mengutuk Mahabisha  . “ Mahabisha ! Engkau akan kembali ke Bumi  , Di sana Gangga akan melukai perasaanmu  dan angkau akan  kehilangan  kendali  , Hanya dengan demikian  kutukanmu akan terhapuskan .

Dengan tangan tercakup  Mahabisha menerima kesalahannya dan meninggalkan Sorga .

GANGGA BERTEMU DENGAN PARA VASU

Sementara kembali dari Kahyangan Brahama , Gangga kebetulan  berpapasan dengan  kedelapan Vasu  yang sedang mengembara melewati Rute Surga  , Mereka masih muda  yang meyamar  sebagai Dewa , Melihat mereka  sedih Gangga  bertanya ,” Mengapa Mukamu  Nampak sedih  wahai keturuna dewa ?

Salah satu dari mereka berkata  , “ Dewi , Rsi Vashista  telah mengutuk kami  untuk lahir sebagai manusia  di bumi , Itulah yang membuat kami sedih .

Mengapa Washista mengutukmu ? Tanya Dewi Gangga .

Para Vasu mengatakannya  , “ Kamai telah  mencuru Sapi , Nandini . Vashista  menjadi marah  , Ketujuh  dari kami  menderita  dan akan  menjalani hidup  sebagai manusia  setahun . Namun salah satu dari kami  , Dhyou , akan menderita  selama kurun waktu yang lama  dikarenakan dialah dalang dari derama pencurian ini .

Gangga menjawab ,” Jadi itukan masalahnya , aku akan turun ke bumi  untuk menyakiti  hati Mahabhisa  yang diktuk  Dewa Brahma  , melalui rahimku  , secepat mungkin  aku akan  melahirkanmu  dan membebaskan engkau .  Sambil mengucapkan terimakasih Vayu pun berlalu .

TAPA RAJA PRATIPA

Raja  Puru , Pratipa  Hastinapura seorang Raja  yang tidak mempunyai  putra  , Keinginannya  untuk memiliki  seorang Putra  membuat sepasang  suami istri meninggalkan istana  dan pergi ke GGunung Himalaya  untuk melakukan  Tapa ,  Mahabisha jatuh dari Sorga  dan melihat sepasang suami istri  sedang melakukan tapa . Ia berpikir akan lahir  sebagai anaknya  . Oleh karena itu  , ia merubah dari wujud mikro  organism  dan memasuki  rahim permaisuri  untuk menjadi benih .

Pada akhir pertapaanya  , permaisuri  memberitahukan  raja bahwa  dalam keluarganya  aka segera lahir seorang putra . Berita ini  menyenangkan raja  dan ia berkata  kepada Sang Pencipata  agar menganugrahi  seorang putra  sebagaimana  di dambakannya .

KELAHIRAN SANTANU

Padasaat ini , seorang putra  yang tampan  dilahirkan oleh Raja Pratipa  & Raja telah  menjadi cukup tua  , juga ratu permaiswari  . Meraka sangat bahagia & sedikit khawatir juga  . Pasangan ini membicarakannya .

Raja berkata  “ Sayang,  kedamaian telah datang  ke kehidupan kita karena lahir putra  kita  yang tersayang  . Aku akan  member nama , Santanu “ .

Permaisuri  itu mengatakan  , “  Aku senang dengan nama itu junjunganku . Kita akan memanggil dengan nama , Santanu “  Mudah mudahan aku dapat membesarkannya .

Raja itu menolehnya  “ Ya,  kita sudah sangat tua  , perkawinannyapun  , mungkin tidak akan kita lihat .

Permaisuri itu mengatakan  , “ Tidak akan ada akhir atas keinginan kita rajaku . Kita bereinginan untuk memiliki  seorang putra  ketika  kita belum dikaruniai  seorang putra , Sekarang kita telah memiliki  seorang putra dan kita berkehendak melihatnya sampai ia menikah .

GANGGA DALAM MIMPI RAJA

Pda malam itu , Raja Pratipa pergi menuju tempat peraduannya  dan pikirannya  menerawang  ke angkasa  memikirkan  tentang putranya . Ia melihat seorang gadi cantik  sedang terbang di atas langit  , Raja bertanya kepadanya  siapa gerangan wanita yang sedang mengembara  itu .  Wanita itu mengungkapkannya  , Raja “ Aku Gangga  . di Surga  ayahku Brahma  mengutuk  Mahabisha  yang akan merubah  kehidupannya menjadi manusia  . Ia telah  memandangku  dengan penuh nafsu . Aku di perintahkan  untuk melakukan beberapa  perbuatan menyakitkan kepadanya  . Aku sedang diliputi  tanda Tanya bagaimana & apa yang akan aku lakukan .

Raja itu menyahut  , Wahai  wanita  engkau dapat turun  ke bumi sebagai istri putraku  , Sentanu .  Itu akan menyenangkannku , Engkau harus dapat  menemukan Mahabisha  untuk member hukuman padanya”

Mimpi itu berakhir dan wanita yang dilihatnya lenyap .

MAHKOTA SANTANU

Waktu berlalu , Permaisuri yang sudah tua telah wafat bahkan sebelum Sentanu memasuki usia remaja  , Raja menjadi  sangat kesepian . Ia mengkhawatirkan  putranya setiap saat  . Sentanu telah menyelesaikan  pendidikan kepangerannya  . Raja Pratipa  bertambah tua , Pada suatu hari  , Raja memanggil pangeran .

Raja berkata : Putraku “ aku sekarang sudah terlalu tua untuk melanjutkan pemerintahan  , Aku telah memutuskan  untuk memberikan  mahkota kepadamu  sebagai raja dan aku akan mengundurkan diri dari kehidupan ini .

Sentanu mengatakan ,” Ayah , aku tidak keberatan menggantikan ayah sebagai raja di kerajaan ini . Aku ingin  ayah merasakan kedamaian sejati”

Jadi , pada hari yang suci , Raja Pratipa menyerahkan pemerintahan Hastina Pura kepada Sentanu dan beliaupun menuju ke Hutan .

PUTRA SAGARA

Lahir dari Dynasti Mahabisha  , pada suatu ketika  seorang raja  bernama  Sagara  yang pemberani  dan religious  . Ia memiliki dua istri  , Vaidarbhi  dn Shavya  . Namun keduanya tidak memiliki  seorang putrapun  . Raja bersama  para permaisurinya  pergi ke Gunung Kailash  dan melakukan  yoga dan pertapaan .

Setelah beberapa  lama  , Dewa  Siwa muncul di hadapannya  dan menanyakan  maksudnya  . Raja meminta  putra . Siwa memberikan  anugrah , Raja , istrimu  yang pertama  akan melahirkan  60.000 putra dan istrimu  yang kedua  Shavya akan melahirkan seorang putra .  Raja Sagara  dan ratu kembali ke istana  dengan begitu gembiranya .

Shaivya  sangat bahagia  dengan anugrah seorang putra , Vaidarbhi  bertanya Tanya  bagaimana  ia akan mampu memiliki 60000 putra .

60,000 PUTRA

Pada saat itu , Vaidarbhi  melahirkan  dari sebuah labu liar . Seorang putra sangat tanpan dilahirkan  dari rahin Shaivya  yang membuat raja sangat bahagia .  Namun raja berpikir  bahwa sebuah labu liar  yang dilahirkan  Vaidharbi  hanyalah sampah yang sangat tidak layak , hanya  pantas untuk dibuang  saja . Sesaat kemudian raja mendengar  suara ghaib “  Raja ,  janganlah  membuang  labu liar itu sebab labu itu  berisi  60,000 benih  dan akan tumbuh  menjadi 60,000 putramu  yang sombong dan kejam . Ambilah benih itu  dan taruh di atas pot tanah  . Saat itu  enam puluh ribu  putramu akan lahir .

Raja melakukannya  sesuai petunjuk , 60,000 pot tanah  dijaga oleh para pembantu dan pengawalnya , Selang  beberapa lama  lahirlah  60,000 putranya . Mereka sangat  kejam dan cepat naik darah . Menyakiti setiap orang adalah sifat aslinya .

PUTRA PUTRA SAGARA MENYAKITI HATI KAPILA.

Setelah beberapa lama  kemudian raja Sagara melaksanakan  Ashwameda  Yagna  . Yagna kuda telah dilepas untuk mengembara . Putra putra raja sedang menjaga kuda itu . Kuda itu tiba  pada sebuah  laut yang sama sekali  tidak berair  tapi penuh dengan gundukan besar  , ngarai yang curam  , jurang jurang yang terjal  . Tiba tiba kuda itu lenyap  . Pangerang mencari  kuda  itu yang lenyap dihadapannya . Mereka tidak berani pulang  tanpa kuda itu .  Seseorang pasti telah mencurinya  , piker mereka .

Mereka  mencari  lebih  jauh  dan  menemukan  kuda itu  diikat di gua  Ashram Rshi  Kalpika . Pangeran  itu mulai menghardik  Rshi itu  dan menuduhnya  sebagai pencuri kuda yagna .

PUTRA SAGARA DIMUSNAHKAN

Teriakan yang memekakkan  telinga  sangat mengganggu  yoga Rshi. Ia  membuka matanya  . Putra Sagara  yang marah dicoba diredam  oleh Rshi  agar tenang  .  Namun putra putranya malah  bertambah marah . Rshi menjadi  murka  , Api yang keluar dari mata Rshi  dan keenam  puluh ribu putra  Sagara  musnah  terbakar menjdi abu  dalam sekejap .

RSI NARADA MEMBERITAHUKAN RAJA SAGARA

Rshi Narada  melihat putra putrid Sagara  dimusnahkan menjadi abu  kemudian Rshi Narada memberitahukan  berita buruk  ini kepada Sagara  . Sagara sangat bersedih  lalu berkata ,” Jadi, Rshi “  memintanya  . Sekarang apa yang harus aku lakukan  ?”

Narada menasehatinya  ,” Raja .  kirimlah pangeran  Asdmanjas  yang dilahirkan  oleh permaisuri  Shauvya  untuk membawa kembali kudanya dan melaksanakan  yagna Ashwameda .

Raja meminya maaf  atas kekeliruannya ,” Rshi Narada ! Engkau tahu betapa  jahatnya pikiran  mereka  . Ia pantas dibuang  di sungai atau di  di sumur  . Untuk menyelamatkan   keturunanku  aku mengusirnya  dari kerajaanku .  Aku hanya memiliki seorang pewaris  kerajaanku  . Aku hanya  hanya memiliki seorang pewaris  Ansuman ,” cucuku

Narada mengatakan ,” Raja , engkau dapat mengirimnya  . Cucumu seorang pemuda yang memiliki karakter  dan priaku pemberani .”

ANSHUMAN  MENDAMAIKAN RSI KAPILA .

Raja mengirim  cucunya dan berkata ,” Anshuman ! 60,000  putra putraku  telah dimusnahkan Rsi Kalpika  , Untuk menyelamatkan  keturunanku   aku  mengusir ayahmu  dari kerajaanku  . Sekarang aku ingin kembali   melakukan yagna kuda  ( korban kuda )  ,” Hanya engkau satu  satunya  yang dapat  meredakan  kemarahan  Rsi dan membawa  kembali kuda itu .

“Kakek ! Aku akan  mematuhi  perintahmu  ,” Ashuman  meyakinkan raja dan pergi .  Setelah melakukan  perjalanan jauh   Anshuman   tiba di Ashram Rsi Kalpika . Dengan penuh hormat  ia menyentuh kaki  Rsi   dan menyatakan tujuannya .  Kejujuran  dan kesopanannya  menyenagkan Rsi Kalpika   dan berkata  ,” Anakku , aku  aku ingin member sebuah  anugrah  , Mintalah sesuatu .

Anshuman memintanya ,” Oh Rsi , berikanlah  kembali yagna kuda  itu dan maafkanlah atas dosa saudara  –  saudaku  agar  terbebas  jiwa  jiwanya .

Rsi Kalpika berkata ,” Anakku , Tuhan menganugrahimu  dan keinginanmu  akan  terkabulkan  . Ambilah kuda  itu . Cucumu Bagiratha   akan membawa Gangga  turun ke bumi   yang akan membebaskan  jiwa  saudara  saudaramu .

SUMPAH  BHAGIRATA

Anshuman  kembali dengan kudanya  dan yagna  pun diselesaikan  sebagaimana mestinya . Kemudian Sagara , mengumumkan  Anshuman  sebagai pewaris  tahta  kerajaan  .

Kemudian , Anshuman  dianugrahi  seorang putra  yang religious  bernama Dilip . Setelah wafatnya Anshuman  , Dilip menjadi raja  yang kemudian  Bhagirata  dilahirkan menjadi raja Dilip .

Pada suatu hari  Dilip berkata kepada  Pangeran  yang masih muda ,” Anakku, ketika 60,000 leluhurmu  dimusnahkan oleh api kutukan Rsi Kalpika  , hanya Gangga yang akan membebaskan jiwanya  . Aku tidak dapat membawa  Gangga turun ke bumi  , Bersediakah  engkau  melakukan demi  leluhurmu yang dikutuk ?” Rsi Kalpika

Bhagirata  meyatakan sikap bersedianya  dan  menyatakan  ,” Ayah ! aku bersumpah bahwa aku  akan membawa Gangga dari Surga  ke bumi demi  untuk leluhurku .

MAHKOTA BAGI BHAGIRATA

Umurnya yang sudah tua , Raja Dilip  memahkotai  putranya dan ia mengundurkan diri  dari kehidupan  duniawi  menuju hutan dan melakukan tapa . Ia wafat  setelah beberapa lama .

Raja Bhagirata membuktikan  menjadi  seorang   Ksatria  pemberani  . Ia benar benar dikenal  namu tak pernah melupakan  sumpahnya  . Bhagirata seolah olah   sibuk untuk memerintah   kerajaan .

Jadi pada suatu hari  ia menyerahkan tahta  kerajaanya kepada seorang menteri nya  dan pergi ke Gunung Himalaya  untuk melakukan  tapa .  Ia hidup  hanya makan buah buahan  dan air  . Tapanya memberikan harapan baru .

BHAGIRATA BERTEMU DEWI GANGGA

Selam tapa  dan bhaktinya  kemudian turunlah  Dewi  Gangga   muncul di hadapannya  menanyakan maksud  dan tujuannya .

Bhagirata berkata ,” Oh Dewi Leluhurku  musnah terbakar  oleh kutukan Rsi Kalpika  , Abunya berserakan  di sekeliling Ashram  . Bila sampai air sucimu  tidak dipercikkan pada abunya  jiwa mereka  tidak akan terbebaskan . Aku memohon  kepadamu untuk turun  ke bumi membebaskan keenam puluh ribu leluhurku .”

Bhagirata menundukkan  kepala sebagai tanda hormat .

Gangga berkata ,”  Raja permintaanmu  akan aku penuhi , namun  bila aku turun ke bumi  aliran sungai  tidak dapat dibendung  . Hanya  Deva Siwa yang mampu menahan  lajunya aliran sungaiku  , Jadi Raja  , engkau harus  menyenangkan Dewa Siwa   terlebih dahulu  sehingga ketika aku turun  ke bumi ia akan mengikatku  dengan rambutnya  yang ikal panjang di kepala – Nya .

BHAGIRATA BERDOA MEMOHON KEPADA DEWA SIWA

Sekarang Bhagirata pergi ke Gunung Kailasha  , tempat  bersemayamnya Dewa Siwa  . Ia  melakukan tapa kepada Dewa Siwa  . Menyenangkan Dewa Siwa dan memberikan Dharsan kepada Bhagirata  dan  bertanya ,” Putrak u  ?   untuk apa engkau melakukan tapa  yang berat ini  , Katakan dan jelaskan  keinginamu  , Aku akan senang .

Bhagirata  bersujud dan berkata ,”  Dewa,   disebabkan karena kutukan  Rsi Kalpika  semua leluhurku ada dalam neraka  , Air Gangga  akan  membebaskan   jiwanya  . Aku berdoa kepada Gangga  agar menerima permintaanku  untuk turun ke bumi  .  Namu Gangga juga  mengatakan bahwa   ia akan melakukan nya  apabila  Dewa akan mengendalikan   melalui kepala – Mu  sebab tidak ada seorang yang akan mampu menopang  dan membendung  aliran  yang sangat dasyat  itu,”

Aku akan membantumu  , Wahai  Bhagirata  Dewa Siwa pun  menambahkan mintalah Gangga turun ke bumi .”

GANGGA TURUN KE BUMI

Bhagirata  memandang ke atas Surga  dan bersujud  kepada Gangga  . Air  Gangga  seperti jeram  besar turun ke bumi  , Dewa Siwa membuka  rambut  ikal –  Nya  yang sangat besar dan menunggu Gangga turun ke bumi .

GANGGA TERIKAT DI KEPALA DEWA SIWA .

Dewa  Siwa mengikat  seperti tali ikatan  Gangga , Bhagirata sedang memikirkan bagaimana Gangga  dapat melepaskan  diri dari Rambut Dewa Siwa  setelah Gangga terjebak   , Dewa Siwa memasuki meditasi  yang sangat dalam  dengan mata ketiga-Nya . Bhagirata tidak berani untuk mengganggu Yoga Dewa Siwa  meskipun sangat penting  melepas  Gangga agar turun   ke bumi sehingga dapat  menyelesaikan  misinya . Ia memutuskan untuk meminta Dewi Pawati  , Istri Dewa Siwa   untuk memberikan jalan keluarnya .   Hanya Parwati  yang akan dapat mengetengahinya   tanpa menimbulakan  kemurkaan pada Dewa Siwa . Bhagirata  sekarang hanya memiliki satu harapan , Jadi sekarang Bhagirata  duduk dan berdoa kepada Dewi Parwati .

Om Santhi Santhi Santhi Om